Asbabun nuzul
Asbabun nuzul yaitu sebab-sebab diturunkannya Al-Qur’an.
Manfaat yang diperoleh dari mmpelajari Asbabun Nuzul yaitu:
- Mngetahui hikmah yang menjadi dasar penetapan hukum-hukum syara’
- Merupakan cara yang paling kuat untuk memahami makna-makna Al-quran
Sumber-sumber Asbabun nuzul
Satu-satunya cara untuk mengetahui asbabun nuzul adalah dengan mengetahui cara periwayatan dan mendengar dari generasi yang menyaksikan turunnya Al-qur’an, yang mengetahui Assbabun nuzul dan dapat menjelaskan maksud-maksudnya. Para sahabat adalah sumber utama untuk mengetahui Asbabun Nuzul, sedangkan generasi sesudahnya hanya cukup dengan menukilkan.
Mereka mengetahui tindak-tindak Nabi dan menaati setiap ketentuan ayat yang turun kepada beliau. Disamping itu, mreka menyaksikan langsung Turunnya Al-qur’an.
Qira’at Al-qur’an
Qira’at: ragam bacaan Al-Qur’an.
Ulma yang paling mengerti permasalahan ini adalah Syaikh Abu Ja’far Abu Al-Khair Al jaziri, seorang imam Qiraat pada masanya.
Dari penelitian Al-Jaziri, qiraat dikelompokkan menjadi:
- Qira’ah muttawatir; yang disampaikan oleh sekelompok orang mulai dari awal sampai akhir sanad, yang tidak mungkin bersepakat untuk berbuat dusta. Pada umumnya, Qiraah termasuk bagian ini.
- Qira’ah masyhur; yang memiliki sanad shahih, tapi tidak sampai kualitas muttawatir sesuai dengan kaidah bahasa arab dan tulisan mushaf utsmani, “mahsyur di kalangan qurra”, dibaca sebagaimana ketentuan yang telah ditetapkan oleh Al-jaziri dan tidak termasuk Qira’ah yang keliru dan menyimpang.
- Qira’ah Ahad; yang memiliki sanad shohih, tapi menyalahi tulisan mushaf utsmani dan kaidah bahasa arab, tidak memiliki kemahsyuran dan tidak dibaca seperti ketentuan yang telah ditetapkan oleh Al-jaziri.
- Syaz (menyimpang); sanadnya tidak Shahih.
- Maudhu (palsu); contonhnya Qiro’ah Al-khazzai.
Asy-Syuyuthi menambahkan jenis qira’at yang keenam yaitu menyerupai hadits dikenal beberapa metode;
1. As-Sima, mendengar langsung dari guru
2. Al-qiro’ah Ala Asy-syakih, membaca teks/hapalan di depan guru.
3. Munawalah, guru memberikan naskah asli pada muridnya/salinan yang dikoreksinya untuk diriwayatkan
4. Mukatabah, guru menuliskan sesuatu untuk diberikan kepada muridnya
5. I’lam; nasihat, pemberithuan
6. Wijadah; hasil temuan.
Keukjizatan Al-qur’an
Al-qur’an disebut juga sebagai mukjizat karena didalam Al-qur’an terkandung hal-hal yang menjadikan kitab yang unik dan tak tertirukan,(ijaz; sifat keajaiban al-qur’an).
Mukjizat; suatu kejadian yang di luar kebiasaan dengan disertai oleh tantangan, namun tantangan tersebut tidak mungkin dapat dipenuhi.
Rasulullah bersabda,
“setiap Nabi bani Israil yang diberi mukjizat yang apabila itampakkan, berimanlah mereka. Sementara yang dierikan kepadaku adalah wahyu (Al-qur’an). Maka, aku berharap memiliki pengikut paling banyak. (H.R. Bukhari)
“setiap Nabi bani Israil yang diberi mukjizat yang apabila itampakkan, berimanlah mereka. Sementara yang dierikan kepadaku adalah wahyu (Al-qur’an). Maka, aku berharap memiliki pengikut paling banyak. (H.R. Bukhari)
Salah satu aspek kemukizatan Al-qur’an adalah keindahan redaksi dan balaghahnya, serta ramalan-ramalannya tentang hal ghaib. Ramalan-ramalan itu terbukti kebenarannya oleh setiap zaman yang dilaluinya.
Kemukjizatan Al-qur’an sebenarnya terletak pada keampuannya sebagai petunjuk(hidayah).
1) Pemberitaan peristiwa-peristiwa di masa lalu
2) Pemberitaan peristiwa-peristiwa di masa yang akan datang
3) Isyarat keilmuan ;
a) fisika; 51:47,7:54
b) biologi; 95:4, 82:67, 71:14, 75:37, 16:4
c) astronomi; 45:13, 6:97, 55:7, 10:5
d) kimia; 21:30
e) geologi; 78:6-7
f) kesehatan; 2:173, 3:90,
g) pertanian; 15:19, 6:14
h) hidrologi; 14:3
Referensi:
1) Ilmu Al-Qur’an, Pengenalan Dasar, Ahmad Van Deffer, 1981, Jakarta: Rajawali Pers
2) Mutiara Ilmu-Ilmu Al-Qur’an ((terjemahan) Zubdah Al-Itqan Fi Ulum Al-Qur’an, Dr. Muhammad bin Alawi Al-Malik, Al-Husni.1999.Bandung: CV Pustaka Setia
3) Pedoman Memahami Kandungan Al-Qur’an,Didin Sarfudin Buchori.2005.Bogor.Gramedia Pustaka Utama
_F.L.Q_
Tidak ada komentar:
Posting Komentar