Minggu, 30 Oktober 2011

ilpol, CR.2

Sumber: Afandi Supriyanto, Asian Maritimes geopolitik and indonesian security, the Jakarta post, October, 17th 2011, Singapura.
Dibuat oleh: Khairunnisa Restian Lubis, NIM 1111113000072, 1-B, Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, UIN Syarif Hidayatullah (Angkatan 2011).

Opini yang dimuat pada harian The Jakarta Pos, 17 oktober 2011, karya Restian Afandi Supriyanto mengupas perdagangan antara Cina dan India yang melewati kawasan maritim Indonesia, yakni selat malaka. Adanya perdagangan internasional di perairan Indonesia menimbulkan pengaruh politik yang penting bagi negara Indonesia. Restian menyarankan agar pertahanan maritim negara Indonesia lebih diperhatikan.
Asia maritim geopolitik dan keamanan Indonesia
Geopolitik berasal dari dua kata, yaitu “geo” dan “politik”. Maka pembahasan ini tidak terlepas dari masalah geografi dan politik. Dimana  geografi mempersoalkan tata ruang, yaitu sistem dalam hal menempati suatu ruang di permukaan Bumi. Sedangkan politik, selalu berhubungan dengan kekuasaan atau pemerintahan. Geopolitik mengkaji makna strategis dan politis suatu wilayah geografi, yang mencakup lokasi, luas serta sumber daya alam wilayah tersebut.
Negara tidak akan pernah mencapai persamaan yang sempurna dalam segala hal. Keadaan suatu negara akan selalu sejalan dengan kondisi dari kawasan geografis yang mereka tempati. Hal yang paling utama mempengaruhi keadaan suatu negara adalah kawasan yang berada di sekitar negara itu sendiri, atau dengan kata lain, negara-negara di sekitarnya atau negara tetangga merupakan pengaruh yang paling besar.
Kekuatan suatu negara menyangkut Militer, ekonomi dan politik. Dimana diantara ketiga faktornya saling berhubungan,  perdagangan merupakan salah satu cara suatu negara  untuk  menjalankan integrasi ekonomi regionalnya, juga pengaruh kuat militer dan politik sebagai grup pendukung untuk terjalinnya perdagangan yang aman dan terkendali dalam hubungan bilateral (geopolitik).
Penulis bependapat bahwa perdagangan internasional yang dilakukan antara negara cina dan india sangat agresif. Dalam melakukan perdagangan, mereka juga melakukan pertahanan militer yang sangat kuat.
Hal ini ditandai dengan India dan cina yang telah mulai memiliki angkatan laut perairan biru (blue water navy), telah menghidupkan kembali jalur perdagangan lama,yang telah mati selama 44 tahun karena konflik perbatasan. Daerah perbatasan yang ada di kawasan Pegunungan Himalaya dengan ketinggian 4.545 meter di atas permukaan laut itu termasuk bagian dari jalur perdagangan masa lalu yang bersejarah dan dikenal sebagai "Jalan Sutra". Jalur Jalan Sutra itu dikenal karena pernah menghubungkan China dengan India, Asia Barat, dan Eropa.
            Cina akan mengeluarkan kapal yang dirancang dan dibangun sendiri,yaitu pesawat AWACS-nya, dan jet-jet pemburu yang dirancang sendiri demi melindungi jalur pelayaran dan investasinya ke luar negeri. Karena sepanjang sejarah, kebijakan luar negeri dan militer negara-negara besar di tentukan oleh kebutuhan untuk melindungi pasokan komoditas.
            Pentingnya perdagangan internasional bagi kesejahteraan ekonomi Cina memunculkan pertanyaan sejauh apa cina akan mengembangkan angkatan laut “perairan biru” untuk melindungi jalur-jalur komunikasi laut di perairan internasional.  Cina mempunyai banyak alasan untuk mengembangkan angkatan laut perairan biru (angkatan laut yang sanggup menjaga jalur-jalur pelayarannya agar tetap lancar), yang sebagian besar perdagangan cina harus melintasi selat malaka, selarik laut antara pulau sumatera di Indonesia dan semenanjung Malaysia, serta Teluk Benggala, padahal kedua tempat ini bajak laut lebih giat daripada di mana pun.
            Dengan alasan itu, Cina menyempurnakan kapal-kapal selamnya dan kapal induk yang bermesin konvensional. Karena melindungi jalur pelayaran memang sangat penting. Karena melihat perkembangan Cina, india juga meningkatkan kemampuan angkatan lautnya dengan kapal induk dan kapal selam rancangan sendiri. India akan mendirikan pangkalan laut baru di pantai timur India, dekat Visakhapatnam. Hal ini untuk menandingi pangkalan baru angkatan laut cina di Teluk Benggala dan untuk mengawasi jalur-jalur komunikasi laut India yang sekarang semakin penting. India juga sangat tergantung pada Selat Malaka, kira-kira setengah dari komoditas perdagangan internasionalnya melintasi Selat Malaka.
Lalu apa pengaruhnya terhadap Indonesia?
Menurut penulis, semakin berkembangnya perdagangan internasional antara cina dan india, pasti mempunyai beberapa pengaruh bagi Indonesia, positif maupun negatif. Indonesia sebagai negara kepulauan, yang terdiri dari hamparan ribuan pulau sepanjang 3,5 mil beranggapan bahwa laut tidak berfungsi sebagai pemisah, melainkan sebagai penyatu tanah air Indonesia.
Indonesia boleh bangga karena seperdelapan dari khatulistiwa merupakan wilayah Indonesia, akan tetapi sangat tidak menguntungkan jika ada pemahaman negara lain untuk melakukan ekspansi untuk merebut beberapa pulau kecil, yang jauh jangkauannya dari pemerintah pusat.
Beberapa faktor yang mempengaruhi timbulnya masalah teritorial ini antara lain, geografi, kependudukan, serta kondisi sosial masyarakat. Yang menyangkut beberapa hal seperti; pembinaan wilayah untuk menciptakan ketahanan nasional, kesejahteraan dan keamanan negara, serta potensi hankam Indonesia lainnya.
Indonesia dengan letaknya yang strategis juga memperoleh beberapa keuntungan, seperti;
  1. Berpotensi menjadi jalur perdagangan Internasional;
  2. Dapat lebih memainkan peranan politisnya dalam percaturan politik Internasional;
  3. Lebih aman dan terlindung dari serangan-serangan negara kontinental (negara benua).
Penulis sependapat dengan saran yang diajukan Restian Afandi Supriyanto, bahwa Indonesia perlu meningkatkan kapabilitasnya menjadi negara terbesar di Asia Tenggara dan negara geografis maritim. Indonesia dapat menjadi ujung tombak upaya-upaya tersebut.
Akan tetapi mengacu dengan stabilitas politik di Indonesia, tampaknya I’tikad untuk menyusul konsep India-Cina tersebut dirasakan masih terlampau jauh. Seharusnya kita lebih mengkonsentrasikan perbaikan menyeluruh terhadap armada yang kita miliki sekarang, sebelum menggagaskan konsep baru (tiruan) yang terlampau massive.




Referensi
·         http://kompas.com
·         Backman,Michael.Asia Future shock.Jakarta:Ufuk press.2008



Kamis, 27 Oktober 2011

Pengantar Ilmu Politik. CR.


Sumber: Radhar Panca Dahana, Demokrasi Indonesia, Harian Kompas, 17 Oktober 2011, Jakarta, Kompas, hal. 6
Dibuat oleh: Khairunnisa Lubis, NIM 1111113000072, 1-B, Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, UIN Syarif Hidayatullah (Angkatan 2011).

Opini yang dimuat pada harian kompas, 17 oktober 2011, karya Radhar Panca Dahana mengupas tentang demokrasi di Indonesia, yakni mengenai demokrasi yang mem-bhineka merupakan suatu cara untuk mencapai tujuan negara Indonesia. Dimana sejarah politik dan demokrasi Indonesia tak bisa ditolak berkait dengan sejarah partai politik.
Parpol dan Demokrasi
Menurut pendapat Radhar Panca Dahana, Partai politik dan demokrasi selain mempunyai peran penting dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia, juga menimbulkan beberapa masalah. Parpol biasanya dibentuk berdasarkan kepentingan yang cenderung mengarah kepada ideologi, sedangkan ideologi masih merupakan hal yang baru bagi masyarakat Indonesia saat itu.
Sejarah ideologi dan parpol tidak hanya mewarnai kehidupan politik itu sendiri, tetapi juga pada realitas kenegaraan maupun kebangsaan yang disebabkan oleh dinamika nondominasi parpol dalam politik dan demokrasi.  Sistem politik serta berbagai institusi dan mekanisme yang dilahirkannya secara tak terduga memosisikan parpol dalam posisi yang cukup sentral sehingga memiliki peran yang desisif (mengambil keputusan) serta konstitutif (membentuk UU/hukum) dalam kehidupan bernegara, termasuk berpemerintahan.
            Menurut Ramlan Surbakti, dalam bukunya, Memahami Ilmu Politik, Ramlan menuliskan “dalam fungsinya, partai politik dalam sistem politik demokrasi melakukan tiga kegiatan. Ketiga kegiatan itu meliputi seleksi calon-calon, kampanye, dan melaksanakan fungsi pemerintahan (legislatif dan/atau eksekutif). Apabila kekuasaan untuk memerintah telah diperoleh, partai politik itu berperan pula sebagai pembuat keputusan politik.”


Pelayan elite
            Demokrasi sebagai sistem politik pemerintahan mengalami lompatan paling jauh pasca kejatuhan rezim Orde Baru pada 1998, dan dilanjutkan dengan pembentukan Amandemen UUD 1945. Konstitusi tersebut merupakan rujukan serta orientasi penyelenggaraan negara, termasuk politik. Kemudian hasil perubahan lebih mengarah kepada penguatan hukum dan demokrasi serta besarnya jaminan Negara terhadap HAM, dan dianggap lebih dmokratis dibandingkan sebelumnya(“Menuju Konsolidasi Demokrasi Berdasarkan Konstitusi” oleh Moh. Mahfud MD).
Dalam opininya, Radhar berpendapat bahwa, Demokrasi Indonesia diharuskan terus berkembang dengan cara belajar melalui proses yang tak henti mengoreksi dan mengkritik diri sendiri. Namun ternyata malah menipu ideal-idealnya sendiri. yang tanpa disadari kita telah mengakui ini. Bahkan menurut Plato dan Aristoteles dalam kutipannya di dalam Makalah Lecturer Series On Democracy FISIP UIN Syarif Hidayatullah, “Menuju Konsolidasi Demokrasi Berdasarkan Konstitusi” oleh Moh. Mahfud MD. Bahwa :
“Plato dan Aristoteles justru menempatkan demokrasi sebagai bentuk pemerintahan yang buruk. Alasannya rasional, demokrasi adalah sistem yang menyesatkan karena menyerahkan begitu saja kepada rakyat awam untuk menentuka pilihan soal haluan negara. Padahal orang yang awam itu tak banyak mengetahui soal-soal urusan negara.”
Namun Ideologi dan parpol adalah fakta sejarah, sehingga sebagai bangsa kita tak punya niat dan kekuatan yang cukup untuk mengoreksi apalagi mengubahnya. Maka hal yang perlu kita lakukan adalah bagaimana cara membuat sistem demokrasi di Indonesia menjadi berkualitas dan tidak menyimpang dari pemerintahan yang menjadi sarana bagi masyarakat untuk menggapai kesejahteraan dan keadilan?
Seperti yang tertera dalam kutipan di dalam Makalah Lecturer Series On Democracy FISIP UIN Syarif Hidayatullah, “Menuju Konsolidasi Demokrasi Berdasarkan Konstitusi” oleh Moh. Mahfud MD. Bahwa :
“Cara membangun demokrasi yang berkualitas, tak hanya prosedural tetapi juga substansial, agar tujuan-tujuan demokrasi dapat tercapai. Apa yang menjadi cita-cita dan tujuan Negara sebagaimana tercantum pada Pembukaan UUD 1945 harus dicapai melalui jalan demokrasi. Karena sekali lagi, demokrasi bukan sekedar masalah kebebasan dan prosedur melainkan substansi.” Selain itu, Mahfud juga menyatakan “ Agar demokrasi dapat terkonsolidasi, semua pihak di negara ini harus percaya bahwa sistem demokrasi yang sudah disepakati ini, layak dan patut untuk dipatuhi dan dipertahankan, baik dalam tatanan norma maupun dalam tatanan perilaku. Dengan kata lain, konsolidasi demokrasi hanya dapat terjadi manakala masyarakat menyadari bahwa demokrasi merupakan solusi.”

Maka resistansi pertama dipastikan datang dari parpol. Dalam posisinya, parpol dipastikan akan menggunakan semua sumber daya dan kekuatannya untuk mempertahankan kekuasaan dalam pemerintahan. Maka kita tidak bisa hanya berdiam diri menyerahkan pertumbuhan negarawan atau politikus dengan pikiran-pikiran kebangsaan yang besar, yang berkemampuan berpikir dan bertindak di atas dirinya sendiri.
Dimana pun demokrasi telah terjebak dalam pusaran kepentingan yang akhirnya menjadi sarana pelayan bagi kaum elite (pelayan yang melayani tokoh atau oknum tertentu).  Sistem demokrasi ibarat barang mewah yang hanya mengedepankan dan melandasi kepentingan tertentu. Hal ini dianggap tragis, mengingat demokrasi modern ini berasal dari Eropa barat atau Kontinental, yang lebih memihak pada sekelompok oligarki yang memainkan kekuasaan ketimbang siapa boneka yang mereka pasang dan dimainkan.
Demokrasi  yang bhineka
            Indonesia memiliki lebih dari 700 suku yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, mempunyai keberagaman sifat dan karakter, serta perbedaan sikap politik. Maka apakah dengan pola sistem demokratis saja sudah cukup untuk mencapai kesejahteraan dan keadilan masyarakat? Apakah penerapan sistem tersebut akan berjalan secara merata?
Menurut pendapat Radhar Panca Dahana, adalah sebuah kesalahan  besar jika Indonesia ingin menciptakan semacam ”universum” bagi seluruh 700 suku bangsa yang ada di indonesia. Hal itu tidak hanya tindakan pandir yang sia-sia, melainkan jadi semacam pembunuhan sistematik dari keragaman suku yang kaya akan budaya.
Ia juga beranggapan bahwa, bila demokrasi tetap harus dibangun, sungguh sangat bijak jika berlandaskan pada varian-varian adat dan tradisi suku bangsa yang ada di Indonesia. Hal ini merupakan demokratis yang sesungguhnya, karena bisa memberikan ruang pada setiap adat untuk mengembangkan sistem bermasyarakat, berpolitik hingga sistem perekrutan atau kaderisasi kepemimpinannya sendiri.
Di sini, negara merupakan faktor kuat untuk mempersatukan semua itu dalam kepentingan yang sama. Konstitusi mengatur bagaimana negara melakukan tugas-tugas itu, memfasilitasi, mendorong dan memberi sanksi untuk tidak menciptakan universum.
Moto Bhineka Tunggal Ika, berfungsi sebagai acuan dalam menjalankan demokrasi, keberagaman suku dapat berpartisipasi dalam demokrasi, sedangkan partai politik berperan sebagai penghubung antara yang memerintah dan yang diperintah. Berdasarkan pemikiran Miriam Budiarjo. Dalam bukunya, Dasar-Dasar Ilmu Politik, Miriam menuliskan: “ dalam fungsi partai politik di negara berkembang yaitu: sebagai sarana untuk memperkembangkan integrasi nasional dan memupuk identitas nasional, karena negara-negara baru sering dihadapkan pada masalah bagaimana mengintegrasikan berbagai golongan, daerah, serta suku bangsa yang berbeda corak sosial dan pandangan hidupnya menjadi satu bangsa.”
Maka Bhineka Tunggal Ika yang dimaksud oleh para pendiri bangsa(bukan yang dimaksud Mpu Tantular) bukan sebagai sistem demokratis, melainkan hanya sebagai terminologi dan retorika. Namun wujudnya yang sering kita jumpai dalam kehidupan nyata. Kenyataan yang memperlihatkan politik begitu serakah, korup, haus kekuasaan, khianat, penuh selingkuh, bahkan menginisiasi kekerasan di semua level, disebabkan pemikiran ideologis kita yang ilusif dan obsesif(Radhar Panca Dahana, Demokrasi Indonesia).
Konklusi
Berdasarkan opini Radhar Panca Dahana yang berjudul “Demokrasi Indonesia”, kita dapat menyimpulkan  bahwa sistem demokrasi yang dianut Indonesia semakin lama semakin tidak konsisten lagi. Karena demokrasi hanya sebuah modus bagi pejabat-pejabat elite untuk menguasai dan memperoleh kekuasaan agar segala keinginannya terpenuhi.
Hal itu juga disebabkan oleh penerapan sistem demokrasi yang menyimpang, dan melimpahnya janji-janji pemimpin untuk mensejahterakan rakyatnya. Namun pada akhirnya demokrasi hanya tumbuh sebagai simbol tanpa ada realitas.
Keberagaman suku di Indonesia sebenarnya mempunyai potensi bagi Indonesia, dimana dalam keberagaman tersebut mempunyai beberapa  pandangan politik yang berbeda-beda. Harusnya demokrasi Indonesia tetap bercermin terhadap moto ke-bhinekaan pada masa kerajaan majapahit. Karena didalamnya belum ada benturan ideologi yang dapat memecahkan persatuan dan kesatuan di Indonesia. sehingga realitas objektif akan menyadarkan kita bahwa kekuatan itu sebenarnya tidak berada di pusat kekuasaan, apalagi di segelintir elite. Melainkan kekuatan justru ada di daerah-daerah.

Senin, 24 Oktober 2011

Al-Qur'an Hadis, Pertemuan 2


Asbabun nuzul
Asbabun nuzul yaitu sebab-sebab diturunkannya Al-Qur’an.

Manfaat yang diperoleh dari mmpelajari Asbabun Nuzul yaitu:
  1.  Mngetahui hikmah yang menjadi dasar penetapan hukum-hukum syara’
  2.  Merupakan cara yang paling kuat untuk memahami makna-makna Al-quran

Sumber-sumber Asbabun nuzul
Satu-satunya cara untuk mengetahui asbabun nuzul adalah dengan mengetahui cara periwayatan dan mendengar dari generasi yang menyaksikan turunnya Al-qur’an, yang mengetahui Assbabun nuzul dan dapat menjelaskan maksud-maksudnya. Para sahabat adalah sumber utama untuk mengetahui Asbabun Nuzul, sedangkan generasi sesudahnya hanya cukup dengan menukilkan.
Mereka mengetahui tindak-tindak Nabi dan menaati setiap ketentuan ayat yang turun kepada beliau. Disamping itu, mreka menyaksikan langsung Turunnya Al-qur’an.

Qira’at Al-qur’an
Qira’at: ragam bacaan Al-Qur’an.
Ulma yang paling mengerti permasalahan ini adalah Syaikh Abu Ja’far Abu Al-Khair Al jaziri, seorang imam Qiraat pada masanya.
Dari penelitian Al-Jaziri, qiraat dikelompokkan menjadi:
  1.    Qira’ah muttawatir; yang disampaikan oleh sekelompok orang mulai dari awal sampai akhir sanad, yang tidak mungkin bersepakat untuk berbuat dusta. Pada umumnya, Qiraah termasuk bagian ini.
  2.    Qira’ah masyhur; yang memiliki sanad shahih, tapi tidak sampai kualitas muttawatir sesuai dengan kaidah bahasa arab dan tulisan mushaf utsmani, “mahsyur di kalangan qurra”, dibaca sebagaimana ketentuan yang telah ditetapkan oleh Al-jaziri dan tidak termasuk Qira’ah yang keliru dan menyimpang.
  3.   Qira’ah Ahad; yang memiliki sanad shohih, tapi menyalahi tulisan mushaf utsmani dan kaidah bahasa arab, tidak memiliki kemahsyuran dan tidak dibaca seperti ketentuan yang telah ditetapkan oleh Al-jaziri.
  4.  Syaz (menyimpang); sanadnya tidak Shahih.
  5. Maudhu (palsu); contonhnya Qiro’ah Al-khazzai.
Asy-Syuyuthi menambahkan jenis qira’at yang keenam yaitu menyerupai hadits dikenal beberapa metode;
1.       As-Sima, mendengar langsung dari guru
2.       Al-qiro’ah Ala Asy-syakih, membaca teks/hapalan di depan guru.
3.       Munawalah, guru memberikan naskah asli pada muridnya/salinan yang dikoreksinya untuk diriwayatkan
4.       Mukatabah, guru menuliskan sesuatu untuk diberikan kepada muridnya
5.       I’lam; nasihat, pemberithuan
6.       Wijadah; hasil temuan.

Keukjizatan Al-qur’an
Al-qur’an disebut juga sebagai mukjizat karena didalam Al-qur’an terkandung hal-hal yang menjadikan kitab yang unik dan tak tertirukan,(ijaz; sifat keajaiban al-qur’an).
Mukjizat; suatu kejadian yang di luar kebiasaan dengan disertai oleh tantangan, namun tantangan tersebut tidak mungkin dapat dipenuhi.
Rasulullah bersabda,
“setiap Nabi bani Israil yang diberi mukjizat yang apabila itampakkan, berimanlah mereka. Sementara yang dierikan kepadaku adalah wahyu (Al-qur’an). Maka, aku berharap memiliki pengikut paling banyak. (H.R. Bukhari)
Salah satu aspek kemukizatan Al-qur’an adalah keindahan redaksi dan balaghahnya, serta ramalan-ramalannya tentang hal ghaib. Ramalan-ramalan itu terbukti kebenarannya oleh setiap zaman yang dilaluinya.
Kemukjizatan Al-qur’an sebenarnya terletak pada keampuannya sebagai petunjuk(hidayah).
1)      Pemberitaan peristiwa-peristiwa di masa lalu
2)      Pemberitaan peristiwa-peristiwa di masa yang akan datang
3)      Isyarat keilmuan ;
a)      fisika; 51:47,7:54
b)      biologi; 95:4, 82:67, 71:14, 75:37, 16:4
c)      astronomi; 45:13, 6:97, 55:7, 10:5
d)      kimia; 21:30
e)      geologi; 78:6-7
f)       kesehatan; 2:173, 3:90,
g)      pertanian; 15:19, 6:14
h)      hidrologi; 14:3


Referensi:
1)      Ilmu Al-Qur’an, Pengenalan Dasar, Ahmad Van Deffer, 1981, Jakarta: Rajawali Pers
2)      Mutiara Ilmu-Ilmu Al-Qur’an ((terjemahan) Zubdah Al-Itqan Fi Ulum Al-Qur’an, Dr. Muhammad bin Alawi Al-Malik, Al-Husni.1999.Bandung: CV Pustaka Setia
3)      Pedoman Memahami Kandungan Al-Qur’an,Didin Sarfudin Buchori.2005.Bogor.Gramedia Pustaka Utama
_F.L.Q_

Jumat, 21 Oktober 2011

Ayah

Kutipan dalam kutipan,,
source: ga jelas,, tapi bermanfaat
..

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya. Akan sering merasa rindu sekali dengan ibunya..Lalu bagaimana dengan AYAH?
Mungkin kerana ibu lebih sering menelefon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata ayahlah yang mengingatkan ibu untuk menelefonmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, ibu-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sekembalinya ayah dari bekerja dan dengan wajah lelah ayah selalu menanyakan pada ibu tentang khabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil. Ayah biasanya mengajari putri kecilnya naik sepedal. Dan setelah ayah mengganggapmu sudah boleh menunggangnya, ayah akan menanggalkan roda bantu di sepedamulmu. Kemudian Ibu berkata : "Jangan dulu ayahnya, jangan ditanggalkan dulu rodanya", itu kerana ibu takut puteri manisnya akan terjatuh lalu terluka....
Tapi sedarkah dikau? Bahwa ayah dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu, mengayuh basikal dengan seksama kerana dia tahu puteri kecilnya PASTI mampu melakukannya.
Pada saat kamu menangis merengek meminta alat permainan yang baru, ibu menatapmu hiba. Tetapi ayah akan mengatakan dengan tegas: "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang" Tahukah kamu, ayah melakukan itu kerana ayah tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi.
Saat kamu ditimpa sakit , ayahlah yang terlalu khuatir sampai kekadang sedikit membentak dengan berkata : "Sudah di beritahu! kamu jangan minum air es!". Berbeda dengan ibu yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu ayah benar-benar mengkhuatirkan keadaanmu..
Ketika kamu sudah beranjak muda remaja.. Kamu mulai menuntut pada ayah untuk mendapat keizinan keluar malam dan ayah bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!". Tahukah kamu, bahwa ayah melakukan itu untuk menjagamu? Kerana bagi ayah, kamu adalah sesuatu yang sangat-sangat luar biasa berharga.. Setelah itu kamu marah pada ayah, dan masuk ke bilik sambil menutup pintu dengan kuatnya...
Dan yang datang mengetuk pintu dan memujukmu agar tidak marah adalah ayah. Tahukah kamu, bahwa saat itu ayah memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya. Bahawa ayah sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang teman lelaki mulai sering menelefonmu atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, ayah akan memasang wajah paling cool sedunia. Ayah sesekali mencuri dengar atau mengintip saat kamu sedang berbual berdua di ruang tamu. Sedarkah kamu, kalau hati ayah merasa cemburu?
Saat kamu mulai lebih dipercaya dan ayah melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya. Maka yang dilakukan ayah adalah duduk di ruang tamu dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khuatir dan bimbang. Dan setelah perasaan khuatir itu berlarut-larut. Ketika melihat puteri kecilnya pulang larut malam hati ayah akan mengeras dan memarahimu. Sedarkah kamu, bahwa ini kerana hal yang di sangat ditakuti ayah akan segera datang? "Bahwa puteri kecilnya akan segera pergi meninggalkannya"
Setelah lulus SMA, Ayah akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang DOKTER  atau INSINYURr. Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan ayah itu semata-mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti. Tapi ayah tetap tersenyum dan menyokongmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan ayah.
Ketika kamu menjadi gadis dewasa. Dan kamu harus pergi kuliah kota yg lain. Ayah harus melepaskanmu. Tahukah kamu bahwa badan ayah terasa kaku untuk memelukmu? Ayah hanya tersenyum sambil memberi nasihat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. Padahal ayah ingin sekali menangis seperti ibu dan memelukmu erat-erat. Yang ayah lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang". Ayah melakukan itu semua agar kamu KUAT....kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.
Disaat kamu kesempitan wang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah ayah. Ayah pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya boleh merasa sama dengan teman-temannya yang lain. Ketika permintaanmu bukan lagi sekadar meminta alat mainan yang baru dan ayah tahu ia tidak mampu memberikan apa yang kamu inginkan...
Kata-kata yang keluar dari mulut Ayah adalah : "Tidak.... Tidak boleh!" Padahal dalam batin Ayah, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti ayah belikan untukmu". Tahukah kamu bahwa pada saat itu, Ayah merasa gagal membuat anaknya tersenyum?
Saatnya kamu berjaya sebagai seorang sarjana. Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu. Ayah akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "puteri kecilnya yang manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang" Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada ayah untuk mengambilmu darinya. Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..Kerana Ayah tahu.....Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya....
Saat ayah melihatmu duduk di kursi pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya mampu menggantikannya, Ayah pun tersenyum bahagia..Apakah kamu mengetahui, dihari yang bahagia itu ayah pergi kebelakang pentas pelaminan sebentar, dan menangis? Ayah menangis karena ayah sangat berbahagia kemudian ayah berdoa....Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Ayah berkata: "Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik....Puteri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita solehah yang cantik....Bahagiakanlah dia bersama suaminya...rahmatilah kehidupan mereka Ya Allah"

Setelah itu Ayah hanya mampu menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk...Dengan rambut yang telah dan semakin memutih....Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....Ayah telah menyelesaikan tugasnya....Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita...Adalah insan yang harus selalu terlihat kuat...Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU MAMPU" dalam segala hal..



 ayah,, ada perasaan bimbang ketika aku harus jauh darimu..
permintaan untuk kuliah di luar kota adalah pilihan berat bagimu,
tak pernah kurasakan betapa ikhlasny dirimu,,
betapa besarnya pengorbananmu,,
demi melihat aku menjadi seorang sarjana,,
demi meridhoi cita-citaku,,

tanpa ragu kau berkata,, "ayah ingin menyekolahkan anak ayah tanpa bantuan orang lain,,
ayah ingin anak ayah sarjana atas usaha ayah sendiri,tugasmu hanya belajar sungguh-sungguh disana. jangan pernah fikirkan soal biaya, itu adalah tanggung jawabku." 

kau melepaskan kepergianku dengan senyuman,, walaupun aku tau didalam perjalanan pulang engkau gelisah. dengan siapa aku tinggal? siapa yang menjagaku? siapa yang merawatku ketika aku sakit? selerakah aku makan? kemana aku pergi jika aku merasa kesepian? tapi kau tetap saja memberikan senyum indahmu,, agar meyakinkanku, bahwa kau tengah berdiri dengan bangga melihat anaknya. 

setiap hari,, kau menunggangi sepeda motor usangmu itu. tanpa ada rasa gengsi kau membawanya kesana kemari,, melawan panasnya matahari,, jalanan penuh abu,, setiap pagi, siang hingga malam. Kau rela meninggalkan anak isterimu,, untuk mencari sesuap nasi.. Ke kota mana yang blm pernah kau singgahi?? kenderaan apa yang belum pernah kau naiki?? semua kau lalui tanpa pernah mengeluh..
Ayah,, kau selalu berkata kepada ku, "tuntut ilmu sejauh apa pun,, jangan pernah bercita-cita untuk menjadi kuli seperti diriku, sangat tersiksa nak"
namun jangan pernah lupakan sang Pencipta.. "ayah pengen anak ayah tau agama. ayah mau, ada anak ayah yang selalu mendoakan ayah ketika di alam kubur nanti"
sabar dan ikhlaslah obat dari segala macam penyakit hati,,
kaulah sosok seorang pria yang sangat kubanggakan..

kau pergi bekerja sebelum aku terbangun, dan kau kembali ke rumah saat aku terlena d dunia mimpi,,
Ayah.., betapa aku sangat merindukanmu,,
ketika aku putus asa,, senyummu adalah semangatku,,
belaianmu adalah obat hatiku,,
suaramu menggugurkan rasa gundahku,,
pelukanmu memberikan kedamaian bagiku,,
nasehatmu adalah cahaya dalam kesuraman hati ini,,
apa yang kau lakukan sekarang??
apakah wajahmu kotor penuh tinta??
atau terjebak macet di jalan??
sudahkah engkau makan pagi ini??
apakah kau tidak tidur semalaman ini??
apakah kau memikirkan kesehatan mama dan adik??
atau sedang memikirkan berapa jumlah biaya kuliahku dan kakak bulan ini??

Ayah,, dengan cara apa kau menghilangkan rasa gundahmu??
dengan memutar-mutar obengkah??
membongkarpasang mesin fotocopy kah??
sekedar tidur siang di dalam mesjidkah??

Ayah,, jika itu bisa mengurangi beban bagimu,, maka lakukanlah
jika jam malam terasa siang juga bagimu,,
maka aku akan berusaha untuk menghentikannya,,
walau hanya sebentar saja,,
agar kau bisa beristirahat dengan tenang,,
jika kau meminta untuk menghabiskan weekendmu dengan istirahat panjang,,
maka lakukanlah,,
lebih tenang berada di luar,,


ayah,, kumohon,, sabarlah sebentar lagi,,
beri aku waktu untuk menyelesaikan kuliah ini,,
bersabarlah untuk menanti aku menjadi orang yang sukses,
lalu kau akan ku papah, kemana saja engkau mau,,
mengunjungi rumah-Nya untuk lebih memantapkan kewajibanmu,,



 Ayah,, akankah bisa aku membalas semua pengorbananmu??
akankah bisa aku mewujudkan segala keinginanmu??
tunggu aku ayah,,
sedikit lagi,, hanya beberapa langkah lagi..

Senin, 17 Oktober 2011

Rintisan 2008

"RINTISAN ALUMNUS"
2008
JUNIOR HIGH SCHOOL STATE 1 PERCUT SEI TUAN



Thanks for our headmistress,,


the lovely friends at "rintisan class"
-expression of my missed-
I never forget you,, wherever we live,, we'll struggling to be the best
till the time we meet together,, as we feel in the past,,
we have been the success person,,

..................................................................................................................................................

my beloved friend:

     1. Agnes Novaria 

     2. Ahmi Resna Laeni

SMAN 1 PERCUT SEI TUAN
MEDAN, 18 APRIL 1993
JL. SIDOMULYO PASAR 9 GG. PIPIT NO. 57 TEMBUNG
JURUSAN : PENDIDIKAN MATEMATIKA
FAKULTAS ILMU KEGURUAN DAN PENDIDIKAN UMN

3. Angga Andika
 SMA/SMK SWASTA TELADAN MEDAN
MEDAN, 22 NOVEMBER 1993
JL. PASAR BARU GG. MELUR
JURUSAN : -

4. Azhari Hidayat

 
SMA 11 MEDAN
MEDAN, 12 JANUARI 1994
JL. KESEHATAN GG. TERATAI 7 NO. 18 TEMBUNG
JURUSAN : TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS MIPA USU

 
5. Bastian Wijaya Nababan
SMAN 11 MEDAN
MEDAN, 26 JULI 1993
JL. PENDIDIKAN 1 SEI ROTAN
JURUSAN TEKNIK
POLMED
 
6. Chairi Ichwana

7. Dolly Zainuddin Hasibuan
SMAN 11 MEDAN
MEDAN, 28 MARET 1993
JL. MEDAN BATANGKUIS DUSUN II SEI ROTAN

8. Dyah Ayu Putri

SMA PRAYATNA MEDAN
MEDAN, 22 OKTOBER 1992
JL. BESAR TEMBUNG GG. BAMBU NO.65
JURUSAN : PKN
FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIMED
 


9. Eka Yulia Pratiwi
 SMA DHARMAWANGSA MEDAN
PASAR MIRING, 25 JULI 1993
JL. MESJID JAMIK NO. 38 BATANG KUIS
JURUSAN FARMASI
FAKULTAS FARMASI USU

10. Fitria Ramadhani
SMA 11 MEDAN
MEDAN, 23 MARET 1993
JL. SIDOMULYA GG. GELATIK NO. 33 TEMBUNG
JURUSAN : ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS KEPERWATAN USU
 
11. Hidayah Asfaro Saragih
SMA 11 MEDAN
MEDAN, 30 NOVEMBER 1993
JL. AKSES UI GG. MATERIAL NO. 30 JAKARTA SELATAN
JURUSAN : AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI UI

12. Indri Guntari
 SMA/SMK SWASTA TELADAN MEDAN
MEDAN, 09 MARET 1993
JL. PENDIDIKAN 1 SEI ROTAN
JURUSAN : MATEMATIKA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UMSU

13. Irani Yosefa
 
SMAN 1 PERCUT SEI TUAN
JL. PANCASIL GG. SOSIAL BT. KUIS
14 JULI 1993
JURUSAN : KEDOKTERAN HEWAN
FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITS UDAYANA
 
14. Kartika Butar-butar

 SMAN 11 MEDAN
MEDAN, 06 AGUSTUS 1993
JL. MEDN-BATANGKUIS DUSUN 7 GL KOMPLEK PLN SEI ROTAN
JURUSAN : ILMU KOMUNIKASI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK USU


 

15. Khairunnisa

 SMA CERDAS MURNI
MEDAN, 01 OKTOBER 1993
JL. BERINGIN NO. 33 PASAR 7 TEMBUNG
JURUSAN : ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS KEPERAWATAN USU

16. Khairunnisa Lubis
SMA SWASTA GALIH AGUNG
MEDAN, 21 AGUSTUS 1993
JL. SABILINA NO. 72 PASAR 7 BERINGIN TEMBUNG
JURUSAN : HUBUNGAN INTERNASIONAL
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK
UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

17. Masdinun Nasution